Tangerang Raya

Irigasi Misterius Serobot Sawah Warga, Camat Bungkam, Kades Diduga Tekan Korban Klarifikasi Berita

47
×

Irigasi Misterius Serobot Sawah Warga, Camat Bungkam, Kades Diduga Tekan Korban Klarifikasi Berita

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS TV, KABUPATEN TANGERANG – Polemik dugaan pembangunan saluran irigasi ilegal yang menyerobot sawah milik warga di Kampung Rawa Panggang, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, kian sarat kejanggalan. Alih-alih memberikan penjelasan terbuka kepada publik, para pejabat terkait justru memilih bungkam, bahkan memunculkan dugaan tekanan terhadap warga yang lahannya terdampak.

Saluran irigasi permanen yang berdiri di atas sawah milik warga bernama Engkus Kusnadi itu diduga dibangun tanpa izin pemilik lahan, tanpa musyawarah, serta tanpa dasar hukum yang jelas. Setelah persoalan ini mencuat ke publik, upaya konfirmasi lanjutan oleh wartawan kepada aparat pemerintahan setempat tidak membuahkan hasil.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat video lainya.

Hingga berita lanjutan ini disusun, Camat Pakuhaji berinisial S.Sos., MM sama sekali tidak memberikan respons atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (17/1/2026). Tidak ada jawaban, tidak ada klarifikasi, dan tidak ada pernyataan resmi, meskipun isu ini menyangkut dugaan pelanggaran hak atas tanah warga di wilayah yang ia pimpin.

Sikap serupa juga ditunjukkan Kepala Desa Buaran Bambu, Mulyati. Saat dimintai tanggapan resmi oleh wartawan pada Selasa (20/1/2026), yang bersangkutan memilih diam dan tidak menjawab satu pun pertanyaan media. Namun, kejanggalan justru muncul di balik sikap bungkam tersebut.

Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka kepada publik, Mulyati justru menghubungi langsung pemilik sawah, Engkus Kusnadi, melalui sambungan telepon.

“Ya, tadi lurah nelpon saya jam 4 sore, tapi saya nggak tahu karena masih di perjalanan pulang kerja. Terus saya telpon balik jam 5,” ujar Kusnadi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

BACA JUGA :   Digerebek Polisi, Dugaan Sabung Ayam di Pakuhaji Bikin Puluhan Orang Kabur