NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG SELATAN – Ironi mencolok terpampang di depan RSUD Serpong Utara. Tumpukan sampah menggunung di bahu Jalan Raya Serpong, Pakualam, Kecamatan Serpong Utara, dibiarkan berhari-hari tanpa pengangkutan. Kondisi ini bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan sinyal kuat lemahnya pengawasan dan buruknya tata kelola lingkungan di kawasan vital pelayanan kesehatan publik.
Pantauan langsung media pada Selasa (20/01/2026) menunjukkan sampah rumah tangga bercampur limbah lainnya berserakan hingga tepat di depan gerbang rumah sakit. Bau busuk menyengat menyelimuti area yang setiap hari dilalui ambulans, pasien, tenaga medis, serta keluarga penunggu. Lingkungan yang seharusnya steril justru berubah menjadi sumber potensi penyakit.
Fakta di lapangan menimbulkan pertanyaan serius: mengapa tumpukan sampah dibiarkan berlama-lama di depan rumah sakit milik pemerintah daerah? Warga sekitar mengaku kondisi tersebut bukan terjadi satu atau dua hari, melainkan berulang tanpa kejelasan jadwal pengangkutan.
“Sudah lama tidak diangkut. Baunya makin menyengat. Ini rumah sakit, tapi seolah tidak ada yang peduli,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Keresahan warga semakin menguat ketika mereka membandingkan kondisi tersebut dengan kawasan perumahan elit di wilayah Tangerang Selatan. Di area tertentu, pengangkutan sampah terpantau rutin dan nyaris tanpa penumpukan. Sebaliknya, di pemukiman warga dan area publik strategis seperti RSUD, sampah justru terkesan dibiarkan.
“Kalau di perumahan elit bisa bersih, kenapa di depan rumah sakit tidak? Ini soal keadilan layanan publik dan kesehatan masyarakat,” ungkap warga lainnya.
Seorang pengunjung RSUD yang hendak menjenguk anggota keluarganya mengaku khawatir kondisi tersebut justru memperbesar risiko penularan penyakit.
“Kami datang untuk sembuh, bukan menambah penyakit dari lingkungan kotor,” katanya.
Situasi ini menyingkap persoalan yang lebih dalam dari sekadar keterlambatan armada pengangkut. Ada dugaan lemahnya koordinasi antarinstansi, bahkan pembiaran sistemik, yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan seharusnya menjadi zona prioritas dalam pengelolaan kebersihan lingkungan.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga belum merespons potensi ancaman kesehatan masyarakat akibat kondisi lingkungan yang tidak layak di sekitar rumah sakit.
Pembiaran tumpukan sampah di depan RSUD bukan sekadar masalah teknis operasional, melainkan indikator rendahnya sensitivitas dan prioritas pemerintah daerah terhadap kesehatan warga. Jika area rumah sakit saja gagal dijaga kebersihannya, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menjamin lingkungan yang aman, sehat, dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (Surya)


